aku berdamai dengan Tuhan
Wednesday, April 16th, 2008Tuhan,
dia adalah manusia yang
mengagumkan..
sangat.
sampai2 aku menyesal tidak melihatnya sedari dulu.
tapi kau berkata ‘tidak’
mengapa?
tapi aku tetap mengikuti langkahnya dengan tatapanku
bersumpah dia akan jadi milikku
tapi aku tau Tuhan punya rencana
dengan banyak cara ia hindarkan aku dari dia
tapi pada suatu malam Tuhan lengah
tangan kami sudah berkaitan
bibir kami sudah mengucap kebersamaan
namun Tuhan tak putus asa
ditaburkannya duri dan kerikil
ditunjukkannya gelapnya mataku
diperlihatkan semua kenyataan menyakitkan itu
untuk membuatku berpisah
ya,kami berpisah
tapi Tuhan tak mampu
membuatku berhenti mencintainya
aku malah mengutuk dan menghindari Tuhan
menyalahkan ia atas semuanya
menyalahkan ia karena telah memberiku kebenaran
hingga Tuhan putus asa juga
biarlah aku sendiri,katanya
apakan kini kau meninggalkanku.Tuhan?
aku merasakan rasa takut juga
apakah kau akan membiarkanku sendiri?
rasanya seperti seorang anak kecil yang akan ditinggalkan orangtuanya
tolong jangan
Tuhan
aku masih membutuhkanmu.
mm..
begini saja
aku akan memaafkanmu
jika kaukirimkan seseorang yang terbaik untukku
sebagai pengganti dia
dan aku tak mau hanya mencintai
aku juga mau dicintai
Tuhan tersenyum
tapi dia juga tak jadi pergi
Tuhan setuju.
dan aku berdamai dengan Tuhan.